Freeport Kirim Tenaga Ahli ke Unsri



PT Freeport Indonesia mengirim tenaga ahli bidang peledakan,ventilasi, dan pengeboran ke Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya (Unsri).

Para tenaga ahli tersebut akan memberikan bimbingan kepada mahasiswa untuk mendapatkan ilmu bermanfaat dan dilakukan secara bergulir.Tidak hanya itu, PT Freeport akan mengajak para dosen dan kalangan mahasiswa melakukan penelitian di wilayah Sumsel untuk mengetahui potensi daerah. CEO PT Freeport Indonesia Armando Mahler mengatakan, kerja sama untuk kemajuan bidang pendidikan ini sangatlah penting, terlebih untuk memajukan Unsri. Untuk itulah, pihaknya akan mengirimkan tenaga ahli guna mendidik para mahasiswa Pertambangan Unsri.Tidak hanya di bidang pertambangan, di bidang mesin bila perlu akan dikirim.


Dia menjelaskan, di Freeport itu sangat banyak tenaga ahli.Untuk itulah perlu dijadikan sebagai wadah untuk bertanya dan belajar. Jadi mahasiswa dan dosen tidak perlu malu bertanya kepada para tenaga ahli yang akan didatangkan. “Apalagi, pembelajaran yang kita berikan seharusnya enam bulan, tetapi kita berikan selama tiga jam. Kesempatan ini sangat penting, jangan disia-siakan,” ujar Amando Mahler di sela-sela pemberian kuliah umum bertema “Teknologi Pertambangan di PT Freeport Indonesia” kepada ratusan mahasiswa Unsri.

Jika kegiatan tersebut kurang, pihaknya akan menerima mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan Unsri untuk berkunjung ke PT Freeport Indonesia guna belajar lebih dalam. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa bisa melakukan penelitian, bahkan praktik bersama para tenaga ahli untuk mendapatkan bijih besi,emas,tembaga,dan nikel. “Kita akan terima 5–6 mahasiswa dan dosen untuk berkunjung ke PT Freeport. Akan tetapi,waktunya tidak boleh dua hari, tetapi seminggu. Dengan begitu, pelaksanaan bagaimana cara menambang akan diketahui,bukan hanya jalan-jalan,”tukasnya. Namun, Armando sedikit menyayangkan banyaknya potensi yang ada di Sumsel yang belum tergali.Jika pun itu sudah tergali, sudah dimiliki orang luar, bukan orang Sumsel itu sendiri.

Untuk itulah, dia mengajak mahasiswa dan dosen membentuk tim kecil guna melakukan penelitian terhadap potensi di Sumsel ini. Jika ada potensi seperti batu bara,emas,nikel dan lainnya,harus segera digarap bersama pemerintah setempat,jangan dibiarkan sehingga nantinya diambil orang lain. “Di sepanjang Bukit Barisan, mulai Banda Aceh hingga Lampung, sangat banyak potensi tersebut. Akan tetapi, yang kita sayangkan itu semua sudah milik orang lain dalam bentuk kuasa pertambangan (KP). Sementara, kita orang Sumsel hanya melihat semata. Untuk itulah, jika ada potensi batu bara, walaupun kecil, harus cepat digali, jangan sampai keduluan orang lain,” tukas Armando.

Armando membeberkan, adanya potensi kandungan bijih emas, baja, nikel, dan tambang lainnya dapat dilihat dari kondisi tumbuhan di alam tersebut. Untuk itu, guna memastikannya, dapat dilihat melalui foto udara dan penelitian.Misalnya,jika ada pohon belimbing bajo, pasti di daerah tersebut banyak kandungan nikel. Untuk itulah, para mahasiswa ini harus banyakbanyak melakukan penelitian ke alam luas agar dapat memiliki wawasan. “Di Sumsel ini banyak sekali potensi, seperti emas, nikel, baja dan lainnya. Akan tetapi, untuk memastikan berapa banyaknya, akan kita lakukan penelitian terlebih dahulu,”tukas dia.

Sementara itu, Sekretaris Jurusan (Sekjur) Teknik Pertambangan Unsri Harminuke Eko Handayani mengatakan, dengan adanya bantuan PT Freeport yang akan mengirimkan tenaga ahli untuk memberikan pelajaran kepada mahasiswa Unsri, diharapkan menjadi tonggak majunya Unsri ke depan. Pasalnya, dengan langsung berlatih kepada tim ahli, mahasiswa akan dapat menimba ilmu dengan banyak.Apalagi, bantuan dari PT Freeport bukan hanya kali ini,melainkan sudah berkesinambungan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Freeport Kirim Tenaga Ahli ke Unsri"

Post a Comment