REKTORAT UNSRI CARI OKNUM PEMALSU SERTIFIKAT TOEFL



Rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri), akan mengusut dan mencari oknum tuntas pembuat sertifikat palsu tes Bahasa Inggris alias Sriwijaya University Language Institute English Test(Suliet).
Jika ditemukan oknum pembuat sertifikat tersebut akan dilaporkan ke polisi.
Pembantu Rektor (Purek), I Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE Jumat (27/2) mengatakan, pihaknya akan terus mencari oknum pembuiat SUILET palsu hingga menyebabkan banyak mahasiswa rugi dan gagal diwisuda.
“Ya, ada 70 mahasiswa yang terindikasi menggunakan suliet palsu dari 408  orang yang gagal diwisuda. Karena Unsri berbasis IT maka setiap lulusan bisa menguasai Bahasa Inggris masing-masing fakultas berbeda score. Kalau FE 400 tapi FK 500, sebenarnya setiap bulan lembaga bahasa mengadakan tes tersebut. Mungkin sang anak karena tergiur rayuan, padahal rata-rata yang tidak ikut wisuda tersebut bisa menempuh kuliah 3,5 tahun,” ujarnya.
Disinggung soal bagaimana nasib mahasiswa tersebut yang gagal wisuda, Prof Annis mengatakan jika memenuhi persyaratan mahasiswa tersebut bisa mendaftar wisuda periode selanjutnya.
“Mereka rugi waktulah, kalau uangkan tidak karena wisuda gratis. Seharusnya cepat lulus jadi molor. Kita imbau mahasiswa mengikuti aturan yang ada untuk lulus agar berhasil guna di masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, 408 mahasiswa yang gagal diwisuda tersebut , tidak semuanya karena kasus dugaan pemalsuan suliet, melainkan banyak persyaratan lainnya yang tidak terpenuhi,  seperti salah satu mata kuliah mendapat nilai E, jelas tidak memenuhi persyaratan
“Sistem pendaftaran online yang kami lakukan, apabila  ada salah satu mata kuliah mahasiswa tersebut mendapat nilai E, secara otomatis akan terkunci, itu artinya yang bersangkutan tidak bisa mengikuti wisuda,  nilai tersebut harus diperbaiki dahulu, ‘’jelas Anis

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "REKTORAT UNSRI CARI OKNUM PEMALSU SERTIFIKAT TOEFL"

Post a Comment