ITS Pecundangi UI di LKTI



Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pecundangi Universitas Indonesia (UI) dalam Lomba Keilmuan Teknik Industri (LKTI) belum lama ini. Pada ajang tersebut, UI adalah kampus tuan rumah.
Tim dari Jurusan Teknik Industri (JTI) ITS merebut posisi pertama dalam kompetisi yang membahas pengaplikasian keilmuan JTI tersebut. Tim ITS diperkuat oleh Rino Supriadi Putra, Kelvin Adisetya, Mochammad Nurman Ibnussalam, dan Muhammad Fazlurrahman Arief.
Rino menjelaskan, dalam kompetisi ini peserta dituntut untuk memahami dan mengaplikasikan keilmuan JTI melalui sebuah studi kasus. Tahun ini, tema LKTI adalah "Increasing The Competitiveness of Gas-based Industry to Support Energy Security Through Strategic Management".

"Para peserta lomba ditantang menuliskan ide sesuai tema dengan mengaplikasikan berbagai nilai teknik industri," kata Rino, seperti dikutip dari laman ITS, Selasa (31/3/2015).
Perjuangan Rino dan kawan-kawan meraih predikat juara tidak mudah. Empat sekawan yang menyebut dirinya Tim Pandai Besi itu harus mengikuti seleksi ketat di kampus untuk menyandang predikat sebagai wakil ITS.
Kelvin Adisetya bercerita, sejak masa seleksi, dia dan timnya sudah mulai menulis ide unik sesuai tema lomba dalam sebuah karya tulis. Mereka mengahabiskan waktu dua bulan dalam proses tersebut.
Dia menjelaskan, tidak hanya ide, mereka juga memberikan solusi berkelanjutan guna mengatasi permasalahan gas di Indonesia. "Dalam kompetisi ini, kami menawarkan solusi alternatif berupa optimasi pipa gas dengan pendekatan JTI," imbuhnya.
Lolos seleksi bukan berarti Tim Pandai Besi sudah sukses. Kemampuan mereka dalam pengetahuan JTI diuji secara detil.
Menurut Mochammad Nurman Ibnussalam, sedikitnya ada tiga tahap ujian. Pertama, tahap pengetahuan dasar JTI yang dinamai IEQ Test. Tahap kedua adalah Simulation Gaming yaitu menguji simulasi model dan kemampuan menentukan strategi.
Peserta yang melaju ke tahap ketiga adalah lima tim peraih nilai terbaik. Pada tahap terakhir inilah peserta mengulik habis sebuah studi kasus tentang pengelolaan energi di Indonesia dan harus mampu memecahkan permasalahan yang timbul dari kasus tersebut.
"Kami diposisikan sebagai seorang pembuat kebijakan menyoal pengelolaan energi gas yang ada di Indonesia," tutur Rino.
Tim Pandai Besi menawarkan, alternatif baru berupa pembangunan pipa gas. Solusi tersebut mampu membuat dewan juri terkesan dan menobatkan mereka sebagai juara pertama, mengalahkan UI sebagai tuan rumah lomba.
Menurut Kelvin, salah satu modal kemenangan mereka adalah pemahaman menyeluruh tentang keilmuan JTI. "Selain itu, cobalah untuk melihat suatu permasalahan secara sistemik bukan pada individu saja," ujarnya memberi tips.

sumber : news.okezone.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ITS Pecundangi UI di LKTI"

Post a Comment