Universitas Sriwijaya Berencana Buat Museum Musi


Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, berencana membangun Museum Musi sebagai pusat data dan informasi mengenai perkembangan Sungai Musi. Sampai saat ini, data komprehensif mengenai Sungai Musi yang mudah diakses belum banyak dan masih tersimpan di setiap institusi.
Rencana pembuatan Museum Musi itu mengemuka dalam diskusi "Selamatkan Sungai Musi" hasil kerja sama Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya dengan harian Kompas yang berlangsung di kantor Redaksi Kompas, Jalan Angkatan 45, Palembang, Rabu (25/3). Diskusi dalam rangka menyambut Hari Air Sedunia ini menyoroti perkembangan Sungai Musi yang mengalami penurunan kualitas dan keberlangsungan kuantitas aliran.
Hadir dalam diskusi antara lain M Said, Kepala Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya; Momon Sodik Imanudin, peneliti pada Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya; Adi Rusman dan Mawardi dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII; Hadenli Ugihan dari Badan Lingkungan Hidup Sumsel; A Syarifudin dari Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia Sumsel; Firman Arjuri dari Dinas Pekerjaan Umum Air Sumsel; dan Arpi Nuryanti dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumsel.
Menyimpan data
"Harapannya, Museum Musi nantinya bisa dikunjungi masyarakat dan menampilkan berbagai data soal Musi," ujar Said. Menurut dia, Musi memiliki peran sangat vital bagi masyarakat Sumsel. Namun, aktivitas manusia dan perkembangan yang terjadi membuat kondisi sungai sepanjang 750 kilometer yang melintasi sejumlah kabupaten ini memberi pengaruh buruk pada kualitas airnya.
Momon Sodik menambahkan, Museum Musi akan dibangun di area Kampus Universitas Sriwijaya. Tahun ini, museum tersebut diharapkan sudah terbangun. April mendatang, pihaknya mulai mengumpulkan data soal Sungai Musi dari para pemangku kepentingan. "Bulan April atau Mei nanti, kami berencana menyusuri Sungai Musi dari hulu sampai hilir," ujarnya.
Menurut Momon, tujuan pembuatan Museum Musi adalah mendokumentasikan kondisi Sungai Musi dari tahun ke tahun. Selain itu, mengumpulkan data dan informasi dari para pemangku kepentingan, akademisi, dan peneliti mengenai sungai terpanjang di Sumatera itu guna pembangunan Sumsel ke depan.
"Selama ini belum ada museum yang khusus menangani Sungai Musi. Padahal, sungai ini memiliki fungsi penting bagi masyarakat Sumsel. Sejauh ini, data mengenai Sungai Musi ada di tiap dinas dan bisa hilang saat pegawai yang bersangkutan tidak aktif lagi. Jika ada museum, data itu bisa terkumpul," katanya.


 Sumber : print.kompas.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Universitas Sriwijaya Berencana Buat Museum Musi"

Post a Comment