Alasan Ujian SBMPTN Hanya Sehari



Sejak tahun lalu, ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hanya digelar sehari. Meski terkesan sangat padat bagi peserta, panitia memiliki alasan tersendiri untuk menggelar ujian SBMPTN sehari penuh.
Ketua Panitia lokal (Panlok) 44 SBMPTN Sutarno mengatakan, pemadatan materi ujian SBMPTN dilakukan untuk mengukur tingkat kemampuan calon mahasiswa. Hasil evaluasi Panlok 44 SBMPTN pada Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS tahun lalu juga menunjukkan bahwa variasi materi ujian tulis dengan rata-rata 15 soal pada tiap sub tes dianggap dapat menjadi tolok ukur kemampuan peserta.
"Setelah materi dan teknis ujian tulis sehari pada SBMPTN lalu dievaluasi, kami lakukan banyak perbaikan. Tetapi, secara substansial, materi ujian tulis sudah pas bagi peserta untuk masuk perguruan tinggi," papar Sutarno dalam konferensi pers di kampus UNS, Solo, Selasa (2/6/2015).
Pertimbangan lainnya, tes tidak perlu detail. Namun yang terpenting, kata Sutarno, soal ujian SBMPTN disiapkan dengan perhitungan matang.
"Sedangkan pelaksanaannya yang hanya sehari juga lebih efisien," imbuhnya.
Sementara itu, peserta SBMPTN 2015 yang mendaftar di UNS tidak bertambah signifikan. Tahun ini ada 19.857 pendaftar dengan rincian 9.085 pendaftar kelompok Sosial Humaniora (Soshum), 8260 pendaftar kelompok Sains Teknologi (Saintek) dan 2.512 pendaftar kelompok ujian campuran.
Dari jumlah tersebut, terdapat 13 pendaftar termasuk kategori anak berkebutuhan khusus (ABK). Perinciannya yaitu tujuh penyandang tuna netra, empat tuna rungu dan seorang penyandang tuna daksa.
"Kami menyediakan layanan khusus untuk membantu membacakan soal bagi peserta SBMPTN berkebutuhan khusus karena hingga kini panitia tidak menyediakan soal dengan huruf braile," pungkasnya.
Source : news.okezone.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alasan Ujian SBMPTN Hanya Sehari"

Post a Comment