Alumni FK Unand Warnai Perkembangan Kedokteran Indonesia


Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unand Jabodetabek, dr. Mulyadi Muchtiar mengatakan, acara temu ilmiah dan reuni nasional IKA FK Unand merupakan kerjasama denga IDI Banten, Perhimpunan Bedah Vascular daerah Banten dan Vascular Centre RS Premier Bintaro.
"Barangkali selama ini para alumni secara personal sudah sering berbicara didepan forum kedokteran nasional atau Internasional, tetapi mereka bukan membawa nama Almamaternya" kata Mulyadi.
Momen inilah yang mau kita kembangkan, lanjut Mulyadi, sehingga eksistensi alumni bisa kita gabungkan dalam satu kesatuan, sehingga dikenal sebagai Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas secara utuh.
"Kita mampu, tetapi kita harus bisa bicara, menyampaikan sehingga bisa dikenal oleh dunia kedokteran Indonesia" imbuhnya.
Mulyadi juga menjelaskan dari 16 ahli vascular di Indonesia, delapan diantaranya berasal dari Padang dan enam diantaranya alumni Unand. Selain itu, beberapa direktur rumah sakit terkemuka juga berasal dari alumni Unand, baik swasta hingga RS militer.
Hal ini sebenarnya bisa membuktikan kalau Unand sudah berkarya untuk dunia kedokteran Indonesia, namun masih bersifat individu dan belum membawa nama organisasi.
Kegiatan temu ilmiah dan reuni nasional sudah menjadi agenda tahunan sejak beberapa tahun belakangan. Ke depannya, Mulyadi mengharapkan program yang telah dikerjakan IKA Unand saat ini dapat dilanjutkan pengurus berikutnya. Sehingga lulusan kedokteran Unand dapat makin solid dan membantu para alumni yang baru lulus.
"Kita bantu akses untuk para alumni yang baru lulus. Salah satu caranya dengan membuat wadah komunikasi yang mudah diakses semua alumni," jelas Mulyadi.
Kegiatan reuni nanti juga bisa menjadi momen bagi alumni yang telah sukses, untuk berbagi dan memotivasi para adik-adiknya bagaimana kiat dalam mencapai kesuksesan tersebut.
Kepada seluruh alumni FK Unand, Ketua panitia Ferucha mengharapkan agar dapat memeriahkan acara tersebut, selain mendapatkan informasi terbaru tentang kesehatan, juga dapat bersilaturahmi dengan alumni yang lebih senior.
Rencananya acara temu ilmiah akan dihadiri 200 orang dokter se Jabodetabek, begitu juga dengan acara reuni nasional yang juga akan dihadiri 200 orang lebih alumni FK Unand. Mulai dari angkatan paling senior yakni angkatan 1965, sampai paling muda angkatan 2000 an.
"Saat ini panitia berasal dari alumni yang junior. Ini tantangan bagi kami, tapi dengan bantuan para senior, acara ini kami yakin akan berjalan baik" pungkas dr. Ferucha.
Source : padangmedia.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alumni FK Unand Warnai Perkembangan Kedokteran Indonesia"

Post a Comment