Dwia Dongkrak Kepercayaan Publik Terhadap Unhas



Selama setahun memimpin Universitas Hasanuddin, Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A. melihat ada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap universitas yang dipimpinnya. Ini bisa dilihat dari partisipasi berbagai pihak eksternal membantu Unhas dalam menangan berbagai infrastruktur di kampus.
“Misalnya, PT Pertamina membantu menyelesaikan pembangunan gedung olahraga, Bank BRI membantu fasilitas kita yang terbakar dan juga membantu GOR, PT Semen Tonasa membantu revitalisasi Kolam Renang Unhas. Termasuk juga PT Pelindo, Bank BNI, Telkomsel, dan sebagainya. Ini bukti tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Unhas itu meningkat, sehingga mereka berlomba-lomba berpartisipasi. Ini merupakan suatu kemajuan,” kata Dwia Aries Tina Pulubuhu dalam rilisnya yang disampaikan Kepala Humas dan Protokol Unhas, M.Dahlan Abubakar, Jumat (19/6/2015).

Selain menjaring kemitraan dengan pihak luar Unhas, kata Dwia, dalam bidang akademik juga proses peningkatan kualitas yang dilaksanakan melalui aktivitas penjaminan mutu. Misalnya saja, dalam pelaksanaan perkualiahan ada kegiatan monitoring mingguan yang mengecek kehadiran mengajar para dosen.
“Setiap Selasa, fakultas melaporkan kehadiran para dosen tersebut, sehingga bisa terukur. Dalam seminggu-dua minggu perkuliahan sudah dapat dilaporkan persentase kelasnya,” imbuhnya.
Yang lain adalah proses drop out (DO) yang mulai melibatkan partisipasi orangtua para mahasiswa. Sejak semester kedua, Unhas langsung berkonsultasi dengan orangtua mahasiswa untuk mengetahui keadaan akademik anaknya. Dengan demikian jumlah mahasiswa yang DO dapat ditekan.
“Dari sisi pelayanan akademik, sekarang sudah tepat waktu. Ijazah misalnya, sudah langsung diterima pada saat upacara wisuda,” kata Dwia di sela-sela kesibukannya meneken ijazah para alumnus di ruang kerjanya.
SIM (sistem informasi manajemen) juga sudah jalan di tingkat akademik. Dwia mengakui, memang kelemahan kita adalah integrasi antar-SIM itu.
Di Bidang II (Keuangan), Unhas kembali menggaet akuntabilitas keuangan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).Pembenahan dan pertanggungjawaban keuangan itu terus dilakukan. Kemudian, dilakukan pemisahan aset menyongsong Unhas menjalani transformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).
Di Bidang III, sudah banyak prestasi yang diraih oleh mahasiswa Unhas. Berbagai lomba yang diikuti mahasiswa Unhas cukup membanggakan. Misalnya lomba robot, penalaran, penulisan, dan sebagainya. Terakhir, predikat terhormat yang disabet Faisal Oddang yang karya cerita pendek (cerpen)-nya terpilih sebagai cerpen Kompas 2014.
“Saya bikin moratorium, mulai tahun ini kita lebih mengedepankan ke kompetisi penalaran. Yang mau keluar kita biayai, asal lomba penalaran, tentu dengan tetap memperhatikan kompetisi di olahraga dan seni,” ujar Dwia.
Jika ada mahasiswa yang memiliki proyek pembuatan robot, proyek ikut debat dan sebagainya didukung. Ini dapat terukur dari prestasi mereka yang terus memperlihatkan grafik yang meningkat. Karateka meraih prestasi internasional.
Dalam bidang kerja sama, kata Dwia, Unhas juga mengirim summer camp ke China dan kerja sama domestik lainnya. Sekarang ini untuk menghadapi tahun depan, Unhas membuka penerimaan kelas khusus double degree untuk S-1 dengan Griffith University, Australia. Kalau dengan Toyohashi Jepang sudah berjalan.
Dari tingkat partisipasi penelitian ada grafik yang menaik, sehingga ini berimbas kepada pemberian dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) naik menjadi Rp 100 miliar. Tahun ini Rumah Sakit Unhas juga kejiprat dana BOPTN sebesar Rp 20 miliar. Tahun kemarin belum ada.
Secara umum dari indikator target-target kita, tingkat publikasi kita naik di jurnal internasional. Kemudian jurnal-jurnal yang dikelola secara nasional jumlahnya bertambah yang terakreditasi. Yang internasional malah sudah ada website on line-nya. Kini tinggal tunggu indeksnya.
Saat ini juga sudah dibentuk Publication Management Center (PMC) untuk mengidentifikasi beberapa jurnal yang sudah ada kemudian dinaikkan tingkatnya terakreditasi sampai memiliki web. Kalau sudah memiliki web dia akan menjadi open space journal (OSJ).
“Jika sudah OSJ jelas kelak akan lebih banyak domainnya,” kunci Dwia.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dwia Dongkrak Kepercayaan Publik Terhadap Unhas"

Posting Komentar