FK Terakreditasi A, Unila Bersiap Lanjutkan Pembangunan Rumah Sakit Umum Unila



Setelah Fakultas Kedokteran (FK) berhasilmengantongi akreditasi A, Universitas Lampung (Unila) bersiap melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Umum Unila (RSUU) di tahun anggaran mendatang. Demikian dinyatakan Rektor Unila Prof. Dr. Sugeng P. Harianto, M.S. saat ditemui di ruang kerjanya.
“Dengan terakreditasi A-nya fakultas kedokteran tentu saya jadi lebih percaya diri kalau pembangunan RSU Unila akan berlanjut. Paling tidak untuk tahun anggaran mendatang,” ujarnya.
Sugeng menjelaskan, pihaknya cukup terkejut dengan capaian yang diraih FK Unila dalam hal akreditasi. Pasalnya, usia kampus pendidik tenaga dokter tersebut masih sangat muda, yakni sekitar 12 tahun.
Terkait hal tersebut, ia menyatakan terima kasihnya terutama kepada Rumah Sakit Umum Abdul Moloek (RSUAM) serta gubernur Provinsi Lampung, para bupati, dan wali kota se-Provinsi Lampung yang selama ini telah mendukung berdirinya FK Unila.
Selain berkat kerja keras civitas FK Unila, lanjut dia, tentu penilaian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) sendiri tak lepas dari penilaian pihak RSUAM terhadap kinerja mahasiswa maupun alumnus FK Unila yang sudah menjalani praktik dan mengabdi di sana.
Kendati demikian Sugeng menekankan, menyandang akreditasi A memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi yang kini dipimpinnya. Namun bagaimana upaya untuk mempertahankan akreditasi tersebut menurutnya jauh lebih penting. FK Unila masih memiliki beberapa kekurangan di antaranya jumlah dosen yang menjabat sebagai lektor kepala.
“Maka untuk mengejar kekurangan tersebut mau tidak mau para dosen harus bekerja keras di bidang penelitian. Kita tidak mungkin menambah tenaga pendidik dengan level lektor kepala melalui perekrutan karena akan sangat sulit dan itu harus mengambil tenaga pendidik dari fakultas lain. Yang bisa kita lakukan adalah mendorong dosen yang ada lebih produktif dalam melakukan riset. Dari sinilah jenjang jabatan akademik dosen akan cepat naik,” tuturnya.
Selain persoalan sumber daya manusia,hal lain yang perlu dibenahi lebih lanjut menurutnya adalah sarana prasarana. Diakuinya, untuk kualitas laboratorium FK Unila saat ini sudah cukup baik. Itu sebabnya FK Unila berhasil menyandang akreditasi A. Namun pihaknya menilai, standar kualitas yang dicapai baru di kisaran 70 hingga 80 persen.
Hal yang tak kalah penting dari upaya mempertahankan akreditasi FK Unila adalah dengan berdiri dan beroperasinya RSU Unila. Pasalnya, rumah sakit tersebut bisa menjadi wahana tempat para mahasiswa berpraktik dan para dosen FK Unila untuk mengabdikan diri mereka. “Saat ini kebutuhan kita memang sudah terpenuhi dengan adanya RSUAM. Tapi untuk masa mendatang kita harus mandiri tentunya,” tandas Sugeng.
Untuk merealisasikan pembangunan RSU Unila, pihaknya tengah melakukan penjajakan dengan pihak Rumah Sakit Pertamina untuk melakukan kerja sama. Terutama dalam hal manajemen pengelolaan rumah sakit hingga tahap pembangunan. “Ini salah satu opsi dari beberapa solusi yang dapat saya lakukan. Namun finalisasinya tetap tergantung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),” tambahnya.
Jika Kemdikbud mengizinkan terjadinya kolaborasi ini maka menurut Sugeng pembangunan RSU Unila dapat dilakukan melalui kerja sama kedua belah pihak. Namun, jika tidak maka pembangunan RSU Unila harus menunggu kucuran dana dari Kemdikbud. “Dengan terakreditasi A-nya FK Unila maka hal ini akan menjadi nilai lebih kita di hadapan pihak Pertamina maupun Kemdikbud,” paparnya.

 Source : unila.ac.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "FK Terakreditasi A, Unila Bersiap Lanjutkan Pembangunan Rumah Sakit Umum Unila"

Post a Comment