Foto 500 Pendaftar SBMPTN Surabaya Bermasalah


Sebanyak 500 pendaftar di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Surabaya bermasalah dalam foto. Pasalnya, kartu untuk bekal tes tersebut tidak dapat disertai dengan foto.
Saat ini, Panitia Lokal (Panlok) 50 Surabaya berusaha mengkonfirmasi agar peserta membenahi foto sehingga tidak terkendala saat tes SBMPTN mendatang.
"Sebelumnya ada seribu pendaftar yang bermasalah dalam hal foto. Saat ini masih tersisa ada 500 orang. Panitia berusaha mengkonfirmasi agar datang kesekretariatan untuk membenarkan persoalan foto ini," papar Tim Humas Panlok 50 Surabaya, Bekti Cahyo Hidayat di Sekretariat SBMPTN Surabaya di Kampus Unesa belum lama ini.
Konfirmasi ini dilakukan melalui email dan telefon. Namun, dari 500 pendaftar baru 30 persen yang merespon.
Dia menjelaskan, permasalahan ini terjadi karena pendaftar tidak memperhatikan tutorial pendaftaran secara online. Padahal, kata Bekti di sistem pendafataran SBMPTN disediakan laman untuk men-croping. Sistem ini hanya mau menerima file foto dengan kapasitas maksimal 100 Kb dan memiliki dimensi 600 pixel x 400 pixel.
"Masalah teknisnya banyak pendaftar langsung mencetak kartu setelah proses pendaftaran selesai. Mereka tidak memperhatikan fotonya sudah pas dalam bingkai atau belum sehingga ketika dicetak banyak kartu yang tidak ada foto atau foto kurang jelas," ujar Bekti.
Bekti mempertanyakan atas kondisi tersebut, dimana rata-rata pendaftar merasa tenang-tenang saja ketika kartu bekal untuk tes tidak muncul foto. Padahal, dalam tes nanti kondisi ini masuk dalam berita acara oleh pengawas.
"Jangan sampai ini menghambat masuk ke PTN. Jangan sampai pada saat hari H langsung datang ke panitia untuk minta diisi foto. Kami menduga akan terjadi modus perjokian saat tes SBMPTN," pungkasnya.
Source : news.okezone.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Foto 500 Pendaftar SBMPTN Surabaya Bermasalah"

Post a Comment