Mahasiswa Tertua di Unpad Berusia 91 Tahun




Belajar itu tidak ada batasnya. Begitulah cara Hermain Tjiknang, pendiri sekaligus dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Perguruan Tinggi Bangka memandang konsep belajar.   Makanya jangan heran, kalau dia bisa menyelesaikan program doktoralnya dalam usia 91 tahun 7 bulan. 


“Saya tidak bisa berhenti mencari ilmu. Sebagai seorang dosen wajib untuk menambah ilmu lalu menuangkannya kembali ke para mahasiswa. Meskipun sudah tua, jangan lupa belajar,” ungkap Hermain selepas prosesi wisuda.   



Pria kelahiran Muntok, Bangka, 26 Juni 1922 ini menyelesaikan program doktoralnya selama 5 tahun. "Revisi disertasi sampai 7 kali," kata ayah dari 5 orang anak ini di atas kursi rodanya.   





Hermain harus bekerja keras untuk menuntaskan studinya. Dia sampai dua kali menjalani perawatan di ICU (Intensive Care Unit) di sela-sela studinya. Suzanna Indrawati, 53 tahun, anak tertua Hermain mengungkapkan, ayahnya pernah terkena serangan jantung karena mengira seluruh data disertasi yang sudah disimpan di dalam flash disk hilang. “Mungkin jadi pikiran sehingga kena jantungnya. Padahal flash disk itu ada di asistennya,” ungkap Suzanna.   



Hermain percaya ilmu yang dia dapatkan tidak akan berguna apabila hanya disimpan untuk dirinya sendiri. Ilmu itu harus disampaikan kepada mahasiswanya. “Ilmu tanpa diamalkan ibarat pohon tanpa buah,” ujar pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Hukum di Yayasan Perguruan Tinggi Bangka pada tahun 1982 ini.    



Dosen pengampu mata kuliah ilmu hukum perdata, pidana, serta hukum internasional ini mengawali karir profesionalnya sebagai seorang pengacara. Saat ini, Hermain menyempatkan diri untuk tetap mengajar setidaknya tiga hari dalam sepekan. “Dari pagi sampai malam di kampus,” terang pria yang sudah memiliki 9 cicit ini.   



Saat ini, Hermain tercatat sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia.  Sebelumnya pada tanggal 23 November 2010, Unpad juga mewisuda Siti Maryam Salahuddin yang meraih gelar doktor pada usia 83 tahun.   



Dari berbagai data di media, Mooryati Soedibyo pernah tercatat sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia menurut Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) ketika lulus S3 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2007. Saat itu usia Mooryati sudah 80 tahun.   



Pilihan Hermain untuk terus mengajar tidak lepas dari perjalanan hidupnya. Pada masa penjajahan Belanda, Hermain sempat ditawan Belanda. Kala itu, dia mengajar para pejuang yang tidak lulus sekolah. “Tekad untuk mengajar ada, pejuang yang ditahan. Saya mengajar di SMP waktu itu, selanjutnya karena pejuang, saya harus begitu,” ujarnya.   



Istri dari Federika Henderika ini berharap para generasi muda mendapatkan inspirasi darinya. Menurut Hermain, Indonesia tidak bisa maju apabila generasi mudanya tidak mau belajar dan menuntut ilmu terus menerus. “Agar Indonesia maju, kita harus mencari pendidikan. Bagi saya pendidikan sekarang jauh lebih baik dari sistem pendidikan pada zaman kolonial dulu,” ungkapnya.   



Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia mengapresiasi semangat Hermain. Dia malah berpikir untuk membuka kuliah bagi mereka yang sudah berusia lanjut di kampusnya.   



“Saya berharap ke depannya Unpad bisa membuka kuliah atau kelas untuk mereka-mereka yang memang tertarik untuk belajar. Jadi bukan mengejar gelar karena itu dibatasi waktu kelulusan,” ungkap Ganjar.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa Tertua di Unpad Berusia 91 Tahun"

Post a Comment