Mahasiswa Undip Ciptakan Pesawat Tanpa Awak



Tim mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil menciptakan pesawat tanpa awak untuk mendeksi kadar gas beracun dalam kawah gunung berapi.
Mereka adalah Agus Sulistiyo sebagai ketua tim dengan anggota Figur Humani, Inayatul Inayah, dan Eva Yulianti. Agus Sulistiyo mengatakan pembuatan pasawat tanpa awak didasari dengan kondisi alam Indonesia yang sering terjadi bencana gunung meletus di beberapa daerah.
“Apalagi sebagian gunung, terutama yang ada di Jawa merupakan gunung berapi yang masih aktif sehingga mengeluarkan gas belerang beracun,” katanya di Semarang.

Padahal gunung berapi itu, lanjut dia menjadi obyek wisata yang menarik wisatawan, semisal Krakatau, Tangkuban Perahu, Dieng, dan Candi Gedong Songo.
Gunung berapi tersebut perlu pemantauan lebih intensif dan efektif untuk menjaga keamanan dan keselamatan bagi wisatawan agar kejadian gas beracun di kawah Sinila, Gunung Dieng, Banjarnegara Jawa Tengah pada 1979 yang menelan ratusan korban jiwa.
“Untuk mendeteksi gas beracun dalam kawah gunung itu kami membuat pesawat tanpa awak Aquacopter dilengkapi kamera dengan empat baling-baling yang dapat begerak di air,” ungkap Agus.
Dengan dapat dapat bergerak di air, sambung dia, sehingga ketika pemantauan gas di sekitar perairan maka Aquacopter dapat turun ke permukaan air apabila daya baterai sudah hampir habis.
Sehingga Aquacopter tetap dapat bergerak di permukaan air dengan daya yang masih tersisa untuk menggerakkan satu motor. Hasil pengambilan data kadar gas dapat di pantau secara realtime melalui layar monitor di stasiun darat. “Sasaran program Aquacopter yakni sebuah prototipe yang mampu mengirimkan data kadar gas beracun secara realtime, sehingga proses pemantauan akan lebih mudah,” tandasnya.
Inayatul Inayah menambahkan dengan menggunakan pesawat tanpa awak Aquacopter, maka untuk memantau kondisi gas beracun dalam kawah gunung tidak perlu harus turun langsung ke lapangan. “Apalagi jika kondisi medan lokasi pemantauan sulit dijangkau, maka dapat menggunakan Aquacopter,” ujar Inayatul.
Anggota tim lainnya, Figur Humani mengungkapkan dengan menggunakan Aquacoper maka bila terjadi musibah seperti kejadian jatuhnya seorang pendaki di kawah Gunung Merapi Magelang beberapa waktu (Eri Yunanto mahasiswa Fakultas Tekni Universitas Atmajaya, Jogja pada 16 Mei 2015) dapat dengan cepat diketahui posisinya dan kadar gas beracun.
“Dengan mengetahui posisi korban dan kadar gas beracun, maka pelaksanaan evakuasi lebih akurat dan cepat,” ungkap dia.

Source : news.okezone.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa Undip Ciptakan Pesawat Tanpa Awak"

Post a Comment