Fenomena UIN Sunan Kalijaga Gay


Meskipun Islam menjadi ruang penjara bagi kaum LGBT, ternyata gerakan Lesbi Gay Bpseksual Transgender (LGBT) sudah banyak merebak di perkotaan hingga gang sempit pedesaan. Bahkan ruang-ruang relijius sekelas pondok pesantren pun bisa menjadi tempat gay, termasuk UIN Sunan Kalijaga. Hal ini ditandai dengan lahirnya akun twitter UIN Suka Gay Community.
Akun ini, meskipun belum memiliki follower yang banyak, tapi terus berkembang, Menariknya, akun UIN Suka Gay ini menjadi identifikasi jejaring gay antar kampus. Kasus maraknya perilaku gay di  UIN Sunan Kalijaga ini pun merebak menjadi perbincangan hangat di kalangan umum.
Menurut Wakil Rektor I UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Prof. Sutrisno hal ini perlu menjadi peringatan bagi umat Islam untuk lebih membentengi diri. Dia memandang dalam diri manusia selalu ada kecenderungan melakukan yang tidak benar.
“Tidak serta merta mengatakan ajaran Islam telah gagal membimbing umatnya. Pasalnya permasalhannya komplek, tidak hanya satu  atau dua faktor. Tidak bisa pesantren dikatakan gagal, Bahkan Nabi ( Muhammad) juga tidak bisa menyelamatkan pamannya (Abu Talib).  Seandainya terjadi (di pesantren), dari ratusan pesantren kasusnya berapa? Jangan-jangan gak seberapa tapi dibesarkan di blow up”, papar Prof. Sutrisno.
Sementara Dosen Kimia, UIN Sunan Kalijaga Jogjakrta, Asih Widi Wisudawati menyatakan fenomena gay memang rawan terjadi di pondok pesantren. Meskipun berada di lingkungan relijius celah berperilaku gay kerap terjadi.
Asih menekankan pada dukungan moral dan bimbingan bagi pelaku gaya. Pelaku gaya mendapat perlakuan yang adil tanpa penghakiman sepihak.


sumber : koranopini.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fenomena UIN Sunan Kalijaga Gay"

Post a Comment