ITS Buka Prodi Baru Teknik Biomedik



Dr Achmad Arifin M Eng, ketua prodi mengatakan bahwa Teknik Biomedik memiliki peran penting dalam menjawab tantangan kebutuhan insinyur bidang medis di Indonesia. Menurutnya, saat ini Indonesia masih minim inovasi dalam teknologi kesehatan. 

Menurut Arifin, saat ini kebanyakan instrumentasi medis yang modern berasal dari asing.Tak ayal kebutuhan prodi tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan dan peluang tersebut. ''Pelamar bisa mendaftarkan dirinya melalui PKM di www.simits.its.ac.id atau membuka www.bme.its.ac.id untuk info lebih lengkapnya,'' terang Arifin saat ditemui di Jurusan Teknik Elektro ITS.

Selain dasar-dasar ilmu teknik elektro dan kesehatan, prodi ini nantinya akan fokus mencetak mahasiswanya dalam empat arahan spesialisasi. Pertama adalah Instrumentasi Biomedika Cerdas. Dalam hal ini, lulusan diharapkan menjadi ahli inovasi dan teknologi di bidang peralatan kesehatan.
Sedangkan yang kedua adalah Teknologi Asistif dan Rehabilitasi Medika. Bidang ini fokus pada materi pembelajaran alat bantu atau buatan di bidang medis. Seperti organ buatan atau alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Selanjutnya yakni bidang Pencitraan dan Pengolahan Citra Medika. Terakhir, adalah bidang Informatika Medika. ''Yaitu bagaimana cara seorang insinyur menyampaikan data-data medik ke users  seperti dokter, pasien dan insinyur lainnya,'' jelasnya

Untuk membuka prodi ini, Arifin mengaku pihaknya sudah sangat siap. Hal itu dibuktikan dengan sebelas dosen pengampu dengan latar belakang keilmuan di bidang Teknik Biomedik. Menariknya, mantan Menteri Pendidikan RI sebelumnya, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA menjadi salah satu bagian di dalamnya. ''Kebetulan bidang studi S3 beliau ketika di Prancis berkaitan dengan Teknik Biomedik,'' ucap pria lulusan Tohoku University Jepang pada program S2 dan S3 ini.

Selain dosen, berbagai persyaratan yang lain juga telah disiapkan. Seperti kurikulum pembelajaran, ruang perkuliahan dan fasilitas laboratorium. ''Nantinya, mereka akan menggunakan fasilitas yang ada di Jurusan Teknik Elektro ini,'' imbuh Arifin.

Sejarah Pendirian

Awalnya, pendirian Prodi Teknik Biomedik ITS berangkat dari mandat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang memberikan arahan terhadap empat kampus di Indonesia pada tahun 2013 lalu. Waktu itu, ITS, ITB, UGM dan UI ditunjuk untuk berperan aktif dalam percepatan pengembangan program pendidikan level S1 di bidang Teknik Biomedik.

Selanjutnya, imbuh Arifin, pada 2014 ITS ditagih kesanggupannya akan hal tersebut. Kemudian karena dirasa Teknik Biomedik adalah bidang ilmu yang erat berkaitan dengan teknik elektro, maka JTE diminta untuk menyiapkannya.

Singkat cerita, Rektor ITS pun memberikan surat kesanggupan ITS ke Dikti. Tepat pada 30 Mei lalu, ITS mendapat Surat Keputusan (SK) dari Menteri Riset dan Teknologi. ''SK tersebut berisi izin bagi ITS untuk membuka prodi Teknik Biomedik, tertuang dalam SK No : 102/MKP/III/2015 tertanda 30 Maret lalu,'' tutup Arifin.


sumber : its.ac.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ITS Buka Prodi Baru Teknik Biomedik"

Post a Comment