Mahasiswa UIN Kalijaga yang terlibat komunitas gay akan di DO


Pasca-kemenangan kaum LGBT Amerika Serikat, perayaannya menggaung hingga negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia. Meskipun terkesan malu-malu, kaum LGBT Indonesia mulai menampakan eksistensinya. 
 
Kaum LGBT banyak berada di universitas besar di Indonesia termasuk Universitas Islam. Bila berpatokan pada syariat Islam tentu melarang adanya kaum Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), namun bagaimana sikap universitas menyikapi LGBTdi dalam lingkungannya? 
 
Salah satu mahasiswa Universitas Islam di Jogjakarta jurusan kimia, Taufik menyebutkan bahwa LGBT pada dasarnya merupakan kebebasan masing-masing individu. 
 
Amerika serikat yang notabene negara liberal, bebas menjunjung hak asasi warga negaranya. Namun Taufik membatasi perilaku gay bagi orang Islam.
 
“Aku rasa, kok ga enak dilihat orang-orang Islam (gay), kalau di sini (universitas) ada gak papa sih. Bukan dibebasin, asalkan ada aturan biar yang lain ga ikutan”, jelas Taufik. 
 
Sementara Wakil Rektor I, Prof. Sutrisno menyangsikan adanya gay dilingkungan UIN Suka. Menurutnya banyak isu santer disebarkan terkadang tidak memiliki informasi yang jelas. 
 
“Saya tidak menerima ini fakta, kebenaran harus ada -verifikasi dulu, kalau yang mengerti soal ini bidang yang mengurusi kemahasiswaan”, jelasnya.
 
Namun bila fakta membenarkan ada komunitas gay di UIN, Prof. Sutrisno akan menerapkan kode etik kemahasiswaan. Kebijakan drop out berlaku dengan melihat sejauh mana pelanggaran mahasiswa tersebut.
 
Sementara Wakil Rektor II, Waryono justru membenarkan adanya isu gay di UIN melalui beberapa temuan kasus seorang mahasiswa. Dirinya bersikap tegas memberikan pengarahan kepada mahasiswa tersebut.
 
“Mahasiswa di karantina-, kita bimbing, mahasiswa harus mematuhi aturan agama di kampus, soalnya globalisasi membuat kita tidak berjarak dengan siapapun, bahkan di toilet sekalipun kita bisa berinteraksi dengan orang luar negeri”, papar Waryono.
 
Hal senada juga diungkapkan oleh Dosen Kimia, UIN Sunan Kalijaga, Asih Widi Wisudawati. Dirinya menegaskan bila terdapat mahasiswa gay tetap diterima sebagai mahasiswa lainnya. 
 
“Adanya mahasiswa gay di universitas Islam bisa menjadi tantangan sekaligus ancaman. Untuk keputusan sanksi tergantung kode etik mahasiswa namun bila kasusnya tidak ada nanti disidang oleh senat untuk kebijakan selanjutnya”, papar Asih. 
 
Secara terpisah pendapat Asih didukung oleh mahasiswa jurusan Kimia, Naldi. Menurutnya sudah sepantasnya mahasiswa universitas Islam menjalankan aturan di dalam univeristas Islam.
 
“Kampus Islam, orang di dalamnya baik mahasiswa, pegawainya harus mengutamakan integritas keilmuwannya masing-masing, yang nota bene Islam. Kalau terjadi,dia harus sesuai tuntutannya Islam, kalau Islam ngelarang kok dia lakuin”, jelas Naldi.
 
Naldi menambahkan pihak rektorat kampus juga harus bertindak menegur mahasiswa bersangkutan. Tahap teguran melalui tulisan, lisan dan aturan keislaman. 





sumber : koranopini.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa UIN Kalijaga yang terlibat komunitas gay akan di DO"

Posting Komentar