MENGENAL LEBIH JAUH TRADISI OSPEK DI INDONESIA


Menjadi  mahasiswa baru yang siap untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan di perguruan tinggi merupakan moment yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup kita. Termasuk saat pertama kali kaki kita menginjakkan kampus atau perguruan tinggi dimana kita menempuh pendidikan.  OSPEK merupakan singkatan dari orisentasi studi dan pengenalan kampus.

Dalam kenyataannya, OSPEK bukan hanya terjadi di Indonesia. Di negara manapun akan melakukan masa orientasi dan pengenalan kampus terhadap mahasiswa barunya. Namun, cara yang dilakukan tiap negara berbeda. Di indonesia, pernah kita jumpai mahasiswa baru yang mengikuti OSPEK harus memakai pakaian dan aksesoris yang aneh, dengan tali rambut warna warni, jepitan baju, dan berkalung kaleng susu. Ada pula selama OSPEK mahasiswa baru diharuskan untuk menyusuri arus sungai, ataupun dengan memberikan pelatihan yang sifatnya cenderung ekstrem. Namun di sisi lain, ada pula OSPEK yang lebih mengutamakan bekerja dalam kelompok melalui forum diskusi, wawancara, dan presentasi.  Itulah serba serbi kegiatan selama OSPEK yang pernah kita temui di negara kita.
Memang, ada satu point penting yang acap kali terdengar di telinga kita saat mendengar kata OSPEK. Yup, stigma negatif. Hal itu muncul lantaran banyaknya kasus seputar OSPEK yang melibatkan kekerasan dan intimidasi. Padahal faktanya, tidak semua OSPEK melibatkan hal-hal yang disebutkan dalam berita tersebut. Ini merupakan salah satu fenomena negative bias, yaitu kita lebih cenderung mengingat hal-hal negatif yang kita alami, diceritakan orang lain, atau diberitakan di media. Karena berita OSPEK lebih sering diberitakan dari unsur negatif nya daripada sisi positifnta atau yang bersifat netral, maka kita menjadi semakin teasosiasi dengan mosi bahwa OSPEK merupakan hal negatif dan patut untuk dihindari.
Padahal, tujuan OSPEK sebenarnya yang adalah untuk membentuk watak, sikap, dan mental kepribadian mahasiswa dalam mengenal lingkungan perguruan tingginya. Bayangkan saja, setelah lulus SMA, informasi yang kita dapatkan masih sangat sedikit. Sehingga kita butuh untuk mengenal lebih  jauh tentang universitas dimana kita akan menuntut ilmu. Dan jalan itu adalah dengan mengikuti OSPEK. Selain itu, ospek juga melatih kita menjadi manusia yang lebih percaya diri, baik dalam beropini maupun menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.
Banyak kegiatan OSPEK yang bernilai positif, seperti membuat laporan tentang kegiatan selama OSPEK, melakukan wawancara, berkomunikasi dan berinteraksi dalam tim, dan tidak lupa juga membuat essay yang tentu saja itu sangat membantu kita. Karena kita sudah akan sangat terbiasa membuat essay atau tugas di perkuliyahan. So, what’s wrong?
Pada intinya, bagi teman-teman yang akan melaksanakan OSPEK untuk mahasiswa baru, ini bukanlah sebuah ajang untuk balas dendam ataupun unjuk kekuatan maupun kekuasaan. Tapi ini adalah sebuah aktifitas positif yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif juga agar generasi selanjutnya bisa meniru hal-hal positif untuk kemajuan universitas kalian. Dan bagi teman-teman yang sudah siap mengikuti OSPEK, tetap semangat dan manfaatkan masa OSPEK ini sebagai sarana membentuk kepribadianmu lebih baik lagi.(penulis : Hanna Zahra)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MENGENAL LEBIH JAUH TRADISI OSPEK DI INDONESIA"

Post a Comment