(yang Padang, Sumatera Barat ayo masuk) IMAMI-UI



Sejarah

Ikatan mahasiswa minang (IMAMI) Universitas Indonesia (UI) resmi dideklarasikan pada tanggal 1 Mei 1983 di Jalan Angkur No 5 Kampung Ambon, Jakarta Timur, dengan beberapa tokoh diantaranya Harmaily Ibrahim SH, Akhiar Salmi, Zohra Amran, Achmad Rifai dan Uni Elly. Pada awal terbentuknya IMAMI bernama IMAMI FH UI, karena para tokoh tersebut berasal dari Fakultas Hukum (FH) UI, namun pada perkembangan selanjutnya nama tersebut berubah menjadi IMAMI saja dikarenakan meningkatnya jumlah mahasiswa Minang yang bergabung di dalamnya dan mulai merata dari berbagai fakultas. Mahasiswa Minang yang menempuh pendidikan di UI sebenarnya sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, jauh sebelum tahun 1983, namun saat itu belum ada deklarasi ikatan yang menyatakan diri sebagai ikatan.


Dasar pemikiran pendirian IMAMI UI ini pada awalnya berasal dari keinginan untuk saling berbagi, bekerjasama, dan mempererat tali silahturahmi antar mahasiswa minang dalam bentuk sebuah wadah yang bersifat kekeluargaan agar ‘saciok bak ayam, sadanciang bak basi, ka lurah samo manurun, ka bukik samo mandaki, ringan samo dijinjiang barek samo dipikua, basatu kito kuaik bacarai kito rubuah .IMAMI UI juga menjadi ‘urek tampek baselo, batang tampek basanda’. Wadah kekeluargaan yang dibentuk disini bukan berarti untuk melahirkan sebuah gerakan separatis yang berpaham primordial memperjuangkan kepentingan suku atau daerah masing-masing, justru disini IMAMI UI hadir sebagai salah satu etalase warna yang terkandung dalam pelangi merah putih. Sebagai salah satu unsur dari pelangi merah putih IMAMI UI ikut berkontibusi disini untuk mewujudkan implementasi dari salah satu unsur pancasila yaitunya ‘bhineka tunggal ika’, IMAMI UI berdiri untuk membantu membangun bangsa dan peradaban. IMAMI UI selalu berupaya dinamis untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, ‘dima langik dipijak disina langik dijunjuang, tagak dikampuang bapaga kampuang, tagak di nagari bapaga nagari’.


1000 Mahasiswa dari Sumatera Barat di UI

 

Keberadaan mahasiswa minang di UI sesungguhnya telah ada jauh sebelum tahun 1983, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya jumlah mahasiswa minang yang ikut bergabung setelah proses deklarasi di tahun 1983 dan berasal dari berbagai tingkat maupun fakultas. Seiring dengan perkembangan ini maka IMAMI UI yang awalnya bernama IMAMI FHUI lalu menjadi IMAMI KMHR (kelompok mahasiswa hukum rawamangun)-pun berganti nama menjadi IMAMI UI yang cakupannya semakin luas.
Pertengahan tahun 1985 IMAMI UI-pun semakin mengembangkan sayapnya melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakannya dan diikutinya, salah satunya yaitu acara Perkemahan alam budaya minangkabau pertama (MAHABUANA I) di Cikole Bandung bersama kepala daerah dan rekan-rekan mahasiswa minang lainnya dari jawa barat dan DKI Jakarta.
Selang satu tahun setelah itu, pada tanggal 6-13 Juli 1986 di Istora Senayan Jakarta IMAMI UI diberi kepercayaan oleh pemuka masyarakat minangkabau di Jakarta untuk menjadi penyelenggara acara ‘Pekan Wisata Budaya Minangkabau dan Halal bi Halal Masyarakat Sumbar DKI 1406 H’. Acara selama tujuh hari ini akhirnya mendapat penghargaan dari Bapak Ir Azwar Anas (Mantan Gubernur Sumbar & Mentri Perhubungan RI).
Awal tahun 1990 pada tanggal 19 Januari – 6 Februari IMAMI UI semakin bersemangat menggelar kegiatan-kegiatan bermanfaat, salah satunya yaitu acara ‘Pengabdian dan temu ilmiah IMAMI UI’ yang bertempat di Sumatera Barat. Tahun demi tahun IMAMI UI terus mencoba menggali potensi masyarakat minangkabau khususnya dengan mengadakan try out akbar Sipemaru untuk para siswa SMA di sumbar, hingga akhirnya pada tahun 2002 acara ini dikemas dalam sebuah bentuk rangkaian acara yang diberi nama ‘Kampus Goes to Kampuang (KGTK)’.

Acara ini dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan mulai dari konten acara hingga jumlah peserta. Beberapa konten acaranya selain try out akbar yaitu : bedah kampus, seminar guru, workshop gempa, lomba kreatifitas siswa, bimbel gratis, festival kebudayaan minang, studi islam dan adat, dll. Hasil evaluasi dari program rutin terbesar IMAMI UI ini ternyata sungguh luar biasa. Seluruh keringat kerja keras keluarga besar IMAMI UI terbayarkan melihat hasil ini. Setiap tahunnya peserta dari rangkaian acara KGTK yang diselenggarakan dari tahun 2002, baik itu simulasi SNMPTN, bedah kampus, seminar, workshop,dll hingga hingga sekarang mengalami peningkatan mencapai 25 %.

Hari ini jumlah mahasiswa yang berasal dari sumatera barat mencapai angka seribu orang, dimana pada tahun 2002 jumlahnya hanya sekitar puluhan saja. Sekarang mereka tersebar di berbagai fakultas. Sebuah penggalian potensi daerah untuk menyukseskan otonomi daerah menuju kebangkitan negeri ini. Semoga semangat ini tetap terjaga dan mampu menginspirasi.

 

IMAMI UI

Akun twitter resmi Ikatan Mahasiswa Minang Universitas Indonesia (IMAMI UI) || CP : (Suha) / (Tesya) / 085364368226 (Fajri)
 Depok, West Java, Indonesia.


Sumber tulisan : anakui.com

 




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "(yang Padang, Sumatera Barat ayo masuk) IMAMI-UI"

Post a Comment