4 Besar Webometrics, Unair Segera Luncurkan Platform Media Sosial Teregulasi


Pada bulan Agustus ini, UNAIR masuk dalam peringkat keempat se-Indonesia berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Webometrics. Peringkat ini naik dari semester sebelumnya, yaitu peringkat kedelapan. Webometrics merupakan lembaga pemeringkatan akademik yang menilai perguruan tinggi berdasarkan pengelolaan web atau laman.
Webometrics melakukan sensor terhadap sesuatu yang berbasis website, dan berafiliasi dengan menggunakan beberapa lembaga, salah satunya menggunakan search engine seperti Google dan Yahoo!. Dari situ Webometrics dapat melihat berapa halaman yang terindeks dengan lembaga tentang unair.

Penilaian tersebut berdasarkan empat kategori, yaitupresence, impact, openness, dan excellence.Presence atau keberadaan ini menghitung setiap halaman web, termasuk semua format yang terindeks oleh Google. Selanjutnya impact atau dampak yang dinilai melalui "referendum virtual" yang mencerminkan isi atau kualitas konten. Impact ini menghitung semua in link yang diberikan oleh pihak ketiga atas web domain Universitas.
Berikutnya openness atau keterbukaan. Dari kriteria ini, Webometrics menilai keterbukaan UNAIR  terhadap informasi yang bisa diakses melalui laman UNAIR. Pada penilaian ini, semakin banyak sivitas yang memposting atau memberikan informasi seputar UNAIR baik melalui laman resmi ataupun blog, maka semakin tinggi ranking yang diperoleh. Pada poin keempat, excellence atau keunggulan, dinilai dari banyaknya jurnal internasional yang dipublikasi dan diakses oleh pihak luar.
Menanggapi capaian ini Direktur Sistem Informasi UNAIR, Dr. H. Soegianto SoelistionoIr., M.Si. mengatakan bahwa ini adalah buah dari tradisi ilmiah yang berkembang di UNAIR.
 “UNAIR harus fokus ke tradisi ilmiah. Jika tradisi ilmiah baik, maka peringkat adalah bonusnya,” tutur Soegik ketika ditemui di ruangannya, Senin (3/8).
“Perguruan tinggi yang baik bukan hanya yang memiliki profesor banyak, perpustakaan yang luas, laboratorium yang banyak, namun yang memfasilitasi mahasiswa untuk bereksplorasi melalui media digital, untuk selanjutnya dapat berdiskusi dengan orang luar,” tambahnya.
Pernyataan ini sejalan dengan harapannya ke depan, bahwa ia memiliki keinginan untuk membawa mahasiswa memanfaatkan sebaik mungkin kekuatan dunia digital.
Laman resmi UNAIR
Laman resmi UNAIR berbeda dengan perguruan tinggi lain, yaitu menggunakan sistem tata surya. Laman resmi UNAIR, sebagai induk laman, tergabung dengan 400 web lain se-UNAIR.  Ratusan laman itulah yang dapat langsung diakses melalui laman resmi UNAIR. Meski belum optimal, namun diupayakan untuk menuju ke arah yang lebih baik.
“Kepuasan penggunaan laman resmi UNAIR bergantung pada empat aktor, yaitu mahasiswa yang sudah bergabung dengan UNAIR lebih dulu, mahasiswa baru, dosen, dan para peneliti yang berada di luar UNAIR. Mereka adalah orang-orang yang harus dipuaskan dengan adanya informasi yang diberikan melalui web,” terang Soegik.
Direktur SI UNAIR itu pun menambahkan bahwa penampilan laman bukanlah yang terpenting, bila dibandingkan dengan konten yang bermanfaat bagi pengguna.
Media sosial teregulasi
Tak mau terbuai dengan zona nyaman, DSI telah mempersiapkan perangkat baru bagi sivitas akademika UNAIR. Untuk mempersiapkan perangkat baru itu, pihak DSI mendata seribu perguruan tinggi dunia, dengan masing-masing seratus dosen dan peneliti. Nantinya, ketika mereka mengakses laman resmi UNAIR, anggota pengguna dapat langsung terhubung dengan sivitas akademika lainnya dengan perguruan tinggi internasional.
Rencananya, perangkat itu akan dibuat semacam aplikasi seluler. Sivitas akademika, terutama mahasiswa dapat bergabung dalam grup berdasarkan bidang keilmuan dan rumpun ilmu yang diambil. Dengan adanya grup digital tersebut, diharapkan mereka bisa berkolaborasi dan belajar secara digital dengan jaringan di seluruh belahan dunia.
Saat ini media sosial juga menjadi kekuatan digital yang pesat. Menurut Soegianto tidak ada lembaga yang meranking orang yang paling memberikan sumbangsih kepada masyarakat melalui karya-karyanya yang diposting melalui media sosial. Dan ia berharap suatu saat nanti, atau barangkali UNAIR, yang menggagas hal tersebut. 




Source : unair.ac.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Besar Webometrics, Unair Segera Luncurkan Platform Media Sosial Teregulasi"

Post a Comment