Tafdil Husni Terpilih Jadi Rektor Unand


Prof. Dr. Tafdil Husni memenangi putaran terakhir Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Andalas (Unand) periode 2015-2019.
Dalam rapat senat pilrek Unand bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang diwakili Sekjen Kemenristekdikti, Prof. Dr. Ainum Naim, Tafdil berhasil menyisihkan dua peserta lainnya, yaitu incumbent Prof. Dr. Werry Darta Taifur dan Dekan Fakultas Kedokteran Unand Dr. dr. Masrul, MSc, SpGK. Diduga kuat, suara Menristekdikti diberikan kepada Tafdil Husni. Menristekdikti Prof. Dr. M Nasir satu almamater dengan Tafdil saat pendidikan S3 di University Sains Malaysia.

Dari total 115 suara yang diperebutkan dalam pemilihan yang digelar di convention hall Unand pada Kamis (27/8/2015) tersebut, 112 suara berhasil terkumpul, sedangkan tiga senat lain tidak mengikuti pemilihan karena sedang menjalankan ibadah haji ke tanah suci. Dan setelah proses penghitungan selesai dilakukan, Tafdil Husni berhasil meraih 51 suara, di belakangnya Werry Darta Taifur dengan 40 suara, dan Masrul dengan 21 suara.
Ketua Senat Unand, Ardinis Arbain, kepada Haluan menjelaskan, 112 suara yang terkumpul terdiri dari 73 suara milik 73 anggota senat yang hadir. Sedangkan 39 suara lainnya merupakan jumlah perhitungan 35 persen hak suara milik Menristekdikti yang diwakili oleh Sekjen Kemenristekdikti, Prof. Ainum Naim. “Kalau untuk pelantikan saudara Tafdil Husni sebagai Rektor periode 2015-2019, menunggu ketetapan menteri,” tambahnya.
Sumber Haluan, salah seorang guru besar PTN di Padang menduga kuat dukungan Menristek Dikti M Nasir diberikan kepada Tafdir Husni. Jika tidak didukung suara menteri, berat Tafdil terpilih. Penjatuhan pilihan menteri ke Tafdil sah dan tidak masalah, karena sesuai dengan Peraturan Menristek Dikti Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor Perguruan Tinggi Negeri, Pasal 7 Ayat e poin (1) yang menyatakan “Menteri memiliki 35 persen hak suara dari total pemilih”.
Sumber itu juga membenarkan, bahwa faktor subjektif menteri berupa kedekatan dengan salah satu calon dalam menjatuhkan pilihan juga bisa memengaruhi. “Bisa saja. Tapi dari segi aturan tidak ada yang dilanggar. Karena itu memang kewenangan Menristek Dikti. Bahkan dalam aturan yang sedang disusun, ke depan senat PTN hanya sebatas mengusulkan nama tiga calon rektor. Selanjutnya Menristek Dikti yang memilih calon mana yang akan ditetapkan sebagai rektor,” sebutnya.
Pada pemilihan tingkat pertama atau penjaringan di tingkat dosen pada Rabu (29/7/2015) lalu, hasil perolehan suara, Prof Fashbir Noor Sidin SE MSP (9 suara), Dr. Ir. Jafrinur, MSP (35 suara), Prof. Dr. Marlina, MS, Apt (48 suara), Dr. dr. Masrul, MSc, SpGK (201 suara), Prof. Tafdil Husni, SE, MBA, PhD (164 suara), Dr. Ing Ir Uyung Gatot S Dinata (169 suara), dan Prof. Dr. Werry Darta Taifur SE MA (331 suara). Dalam putaran ini yang gugur Prof. Fashbir Noor Sidin, SE, MSP dan Dr. Ir. Jafrinur, MSP, sedangkan lima lainnya lanjut ke putaran kedua yang dipilih oleh anggota Senat Akademik Unand.
Pada pemilihan putaran kedua, Rabu (5/8/2015), Werry Darta Taifur unggul dengan 35 suara (50 persen) suara anggota Senat Akademik, Tafdil Husni (19 suara), dan Masrul (16 suara). Sementara Uyung Gatot S Dinata memperoleh 3 suara dan Marlina 1 suara. Dalam tahapan ini Uyung Gatot S Dinata dan Marlina tidak dapat mengikuti lagi pemilihan putaran ketiga. Yang lanjut hanya Werry, Tafdil dan Masrul.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilrek Unand 2015-2019, Firman Hasan, melalui sekretaris panitia Hary Efendi Iskandar, mengungkapkan terimakasih kepada se­mua pihak yang telah membantu kelancaran proses pilrek Unand sejak tahap sosialisasi hingga dihasilkannya rektor terpilih. “Jalannya pilrek sesuai dengan rencana dan kehendak kita bersa­ma, yaitu tersajinya proses pemilihan yang terbuka, lancar, demo­kratis dan aman. Hal itu juga tak lepas dari peran semua pihak yang mengedepankan nilai-nilai luhur akademik. Dan memang sejak semula kami mengharapkan se­buah proses pemilihan yang dapat menjadi contoh pelaksanaan pemilihan umum yang baik,” ucap Hary.
Untuk proses selanjutnya, sambungnya, panitia telah menye­rahkan hasil pemilihan kepada Menristekdikti yang berwenang mengeluarkan surat keputusan penetapan rektor. Sedangkan untuk Werry Darta Taifur yang masih menjabat rektor Unand hingga saat ini, jabatan tersebut akan berakhir pada pertengahan November nanti.
“Posisi rektor masih dijabat Prof Werry hingga akhir masa jabatannya. Rektor baru menung­gu ketetapan menteri, dan untuk wakil rektor baru, berdasarkan statuta yang berlaku, rektor terpi­lih yang mempunyai wewenang menentukannya. Nama wakil-wakil rektor itu nanti diajukan beserta alasan ke tingkat senat, dan senat yang akan memper­timbangkan sebelum menyetu­juinya,” lanjutnya lagi.
Sementara itu, Rektor Unand periode 2015-2019 terpilih, Tafdil Husni, kepada Haluan mengatakan, keterpilihan dirinya dinilai sebagai jalan pembuka untuk mewujudkan niat semakin memajukan Unand hingga sejajar dengan universitas-universitas terbaik di Indonesia.
“Sebagaimana saya sampaikan pada debat calon rektor beberapa waktu lalu, peningkatan mutu, peringkat dan kualitas Unand adalah hal utama yang ingin diraih demi Unand sebagai universitas terkemuka dan bermartabat. Untuk mewujudkannya, program utama adalah upgrading (pening­katan) sumberdaya manusia (SDM) dan tata kelola universitas,” ucapnya yang saat ini masih menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Unand.
Lebih lanjut dijelaskannya, peningkatan kualifikasi dosen Unand dilakukan dengan mem­berikan beasiswa penuh untuk dosen yang hendak melanjutkan studi S3. Lalu juga akan dilakukan fasilitasi penelitian-penelitian untuk disiarkan pada jurnal na­sional dan internasional dengan tujuan menambah jumlah guru besar yang masih 10 persen dari jumlah dosen. Sedangkan untuk tata kelola akademik, good goover­nen­ce universisity adalah hal yang mutlak diwujudkan dengan sepu­luh program utama yang telah disiapkan.
“Saya nanti akan melanjutkan kepemimpinan Prof Werry yang telah banyak memberikan sum­bang­sih dan prestasi kepada Unand dalam kepemimpinannya. Di ta­ngan Prof Werry, Unand berhasil meraih peringkat 12 se-Indonesia saat ini. Tentunya ke depan, ber­sama-sama kita wujud­kan Unand yang lebih baik lagi, minimal masuk jajaran 10 besar perguruan tinggi Indonesia,” tukasnya.
Werry Ikhlas
Sementara itu, Rektor Unand saat ini, Werry Darta Taifur turut mengucapkan selamat kepada Tafdil Husni yang menjadi rektor Unand terpilih untuk periode 2015-2019. Ia berharap, Unand ke depan akan lebih berprestasi lagi di bawah kepemimpinan rektor yang baru. “Saya meletakkan jabatan nanti dengan posisi Unand yang berakreditasi A, berada di peringkat 12 dari 3.000 perguruan tinggi di Indonesia, dan melewati proses revitalisasi pascagempa 2009. Semoga di tangan rektor baru, Unand akan lebih baik lagi,” katanya.
Mengenai hasil pemilihan rektor Unand periode 2015-2019, Werry mengaku ikhlas dan menghargai proses pelaksanaan pilrek. Ia juga berterimakasih atas segala dukungan yang diberikan padanya saat mencalonkan diri kem­bali pada pemilihan tersebut. “Hasil pemilihan adalah kenya­taan yang harus diterima dengan ikhlas. Berdasarkan aturannya, menteri memiliki wewenang 35 persen suara dan bebas memberikan suara itu pada calon yang diinginkan,” ucapnya lagi.
Pada dua putaran sebelumnya, yaitu pada penjaringan calon rektor di tingkat dosen dan penya­ringan di tingkat senat yang meng­hasilkan tiga nama yang berkompetisi di putaran akhir, Werry Darta Taifur selalu me­ngungguli calon lainnya dalam hal perolehan suara. Barulah pada putaran terakhir, yaitu pemilihan tingkat senat bersama Menris­tekdikti, perolehan suara Werry berada di belakang raihan suara Tafdil Husni terpilih sebagai rektor. Sedangkan pada dua puta­ran sebelumnya, Tafdil meraih posisi ketiga dan kedua dalam perolehan suara.

 Source : news.okezone.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tafdil Husni Terpilih Jadi Rektor Unand"

Post a Comment