Unair Tak Batasi Kuota Penerima Bidik Misi


Program bantuan pendidikan Bidikmisi yang sudah digulirkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak tahun 2010, telah mengalami berbagai bentuk evaluasi dalam praktik pelaksanaannya. Evaluasi pelaksanaan progam tersebut dilakukan baik secara nasional maupun tergantung pada kebijakan masing-masing institusi pelaksana. 

Untuk itu, Universitas Airlangga sebagai salah satu perguruan tinggi negeri pelaksana program Bidikmisi juga selalu mengalami berbagai perubahan aturan dari tahun ke tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya memaksimalkan program bantuan pendidikan yang ditujukan kepada calon mahasiswa berprestasi dari keluarga yang kurang mampu agar merata dan tepat guna. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, terhitung sejak tahun 2014 UNAIR melalui Direktorat Kemahasiswaan tidak lagi membatasi jumlah kuota penerima bidikmisi. 


Seperti diketahui, sejak tahun 2010 UNAIR menerima mahasiswa Bidimisi sebanyak 500 orang, tahun 2011 meningkat menjadi 750 mahasiswa, tahun 2012 naik lagi sebanyak 850 mahasiswa, dan tahun 2013 sebanyak 900 mahasiswa. Alasan tidak adanya batasan kuota tersebut dikarenakan pematokan terhadap kuota dinilai membuat repot pihak pengelola.   “Kalau dibatasi kami agak kerepotan, karena harus memenuhi target jika penerimanya belum memenuhi kuota, jadi berapa pun jumlah mahasiswa yang lulus seleksi, itu yang kami terima,” ujar Drs. Eko Supeno, M.Si., Direktur Kemahasiswaan UNAIR. 

Pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2015 ini, UNAIR menerima 50% dari total calon mahasiswa yang diterima melalui berbagai jalur. Dari 50% calon mahasiswa baru yang diterima melalui SNMPTN tersebut, sekitar 20% diantaranya merupakan calon mahasiswa baru penerima bantuan pendidikan Bidikmisi. “Pada jalur SNMPTN tahun  ini setidaknya ada 572 calon mahasiswa baru yang lulus sebagai penerima bidikmisi,” imbuhnya. Dari jumlah calon mahasiswa baru yang menerima Bidikmisi tersebut oleh pihak Direktorat Kemahasiswaan UNAIR masih diseleksi melalu proses verifikasi. 

Proses ini dilakukan guna menjaring calon mahasiswa yang benar-benar dinyatakan layak sebagai penerima Bidikmisi. “Jadi selain verifikasi, kami juga melakukan survei ke rumah calon mahasiswa baru penerima bidikmisi yang terindikasi mampu,” tambahnya. Senada dengan Dirmawa UNAIR, Dra. Trijas Sarwendyah selaku Kepala Bidang Kesejahteraan Mahasiswa juga menambahkan seputar hasil dari proses verifikasi yang dilakukan oleh tim dari Direktorat Kemahasiswaan tersebut. “Dari 572 calon mahasiswa baru yang lulus, ada sebelas yang mengundrukan diri dan 18 tambahan penerima, serta 42 yang perlu kami survei terlebih dahulu,” jelas Trijas saat ditemui WARTA UNAIR di meja kerjanya.   

Beban UKT Bidikmisi Beban Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi penerima Bidikmisi untuk dua tahun terakhir ini juga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2010 hingga 2013 beban pembiayaan kuliah dilihat dari jurusan dan hasil ketentuan pembayaran saat verifikasi, sejak 2014 calon mahasiswa baru penerima Bidikmisi dikenai beban yang sama yakni pada kelompok UKT ketujuh. “Semua penerima Bidikmisi beban UKT dipukul rata yakni Rp. 2.400.000, dan berlaku kepada semua jurusan,” pungkasnya. 





Source : unair.ac.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Unair Tak Batasi Kuota Penerima Bidik Misi"

Post a Comment