Undip Adalah Kampus Rakyat


Undip adalah kampus rakyat yang dipenuhi rasa welas asih, sebab Undip tidak hanya melayani mahasiswa yang berkemampuan ekonomi tetapi Undip dengan tegas memberikan jaminan akan melayani mahasiswa yang tidak mampu minimal 20% dari kuoata yang ada. Bahkan ternyata Undip telah memberikan akses bagi 30% mahasiswa yang tidak mampu baik melalui program bidikmisi maupun penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kelompok 1 dan 2 hal itu disampaikan oleh Rektor Undip Prof.Yos Johan Utama dihadapan 10.230 mahasiswa baru Undip saat upacara penerimaan yang berlangsung di Stadion Undip Tembalang, Selasa (25/8).

Rektor mengatakan Undip adalah Indonesia mini, karena mahasiswa Undip bersal dari segenap suku bangsa yang ada di Indonesia, dari sabang sampai Merauke, walaupun berbeda-beda suku bangsa kalian dipersatukan Undip menjadi satu”ujarnya
“Di Undip tidak ada semangat kesuku-sukuan, tidak ada suku papua, suku jawa, suku batak, suku bugis, karena kita semua adalah insan-insan yang cinta NKRI, karena kita adalah satu rakyat Indonesia.
Rektor menambahkan pendidikan di Undip tidak hanya dirancang untuk menghasilkan produk lulusan yang berkualitas unggul dalam keilmuan, tetapi juga mendidik insan yang takwa kepada Tuhan YME, untuk apa jadi ilmuwan kalau tidak takwa kepada Tuhan”kata pakar hukum administrasi negara ini
Pada kesempatan itu Rektor juga mengajak agar para mahasiswa tidak hanya belajar menimba ilmu di kampus tetapi juga mengikuti kegiatan kemahasiswaan untuk menambah kemampuan soft skill yang akan menjadi keunggulan kalian di banding dengan alumni lainnya.
Undip Terima 10.230 Mahasiswa Baru
Sementara itu menurut Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof. M. Zainuri Universitas Diponegoro pada tahun akademik 2015/2016 menerima secara resmi 10.230 mahasiswa baru yang terdiri dari program Doktor sebanyak 151 mahasiswa, program Magister 1.095 mahasiswa, program Spesialis 94 mahasiswa, program Sarjana 7.072 mahasiswa dan program Diploma 1.181 mahasiswa
Prof. Zainuri menuturkan penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Diponegoro dilaksanakan melalui berbagai macam jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Ujian Mandiri (UM), Program Seleksi Siswa Berpotensi (PSSB) Diploma III, Ujian Mandiri (UM) Diploma III dan seleksi berdasarkan jalur kerjasama dengan instansi lain”ungkapnya
“Di luar jalur-jalur tersebut, mengemban amanah dari Kemenristek Dikti, Undip juga menerima mahasiswa afirmasi dari Papua, Papua Barat dan Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).
Selain hal tersebut, Universitas Diponegoro tahun ini, juga menerima siswa berprestasi di bidang olah raga dan seni, yang menjuarai berbagai kompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional serta mahasiswa Bidik Misi yaitu mahasiswa yang secara akademik dia pandai tapi tidak mampu secara ekonomi”tuturnya
Lebih lanjut Prof. Zainuri menjelaskan bahwa upacara penerimaan mahasiswa baru ini merupakan kegiatan akademik yang bertujuan memperkenalkan kehidupan kampus dan program kegiatan kemahasiswaan yang sekarang kita beri label program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
“Kami berharap Saudara-saudara dapat mengikuti masa orientasi ini dengan baik dan memanfaatkan masa orientasi ini untuk memahami peraturan akademik, etika kehidupan kampus, organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Kami yakin materi-materi orientasi akan bermanfaat dalam mengantarkan Saudara-saudara mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan non-akademik, sehingga proses adaptasi Saudara akan berjalan lancar, dapat meraih prestasi tinggi dan menjadi lulusan yang unggul, berbudi luhur serta peka terhadap masalah-masalah bangsa”pungkasnya

source : undip.ac.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Undip Adalah Kampus Rakyat"

Posting Komentar