Unhas Siap Dukung Riset Perkeretaapian


Sejumlah pimpinan universitas dari enam perguruan tinggi menyambut baik ajakan Dirjen Perkeretaapian untuk mengembangkan kereta api di Sulawesi, terutama dalam hal peningkatan SDM, riset, dan pelatihan.

Wakil Rektor Bidang IV Unhas Prof dr Budu MMedEd PhD SpM(K) pun mengungkapkan kesiapan Unhas mendukung dalam menunjang peningkatan SDM perkereta apian di Sulsel.
"Unhas tahun ini sudah ditetapkan sebagai perguruan tinggi PTN BH yang diberikan otonomi atau keleluasaan dalam mengembangkan diri, termasuk membuka program studi, memasukkan mata kuliah, atau riset dan pelatihan yang dapat menunjang pembangunan perkeretaapian di Sulawesi,"katanya, Rabu (13/8/2015)
Pertemuan Dirjen Perkeretapian dengan enam perguruan tinggi negeri se-Sulawesi ini ke depan nantinya akan ditindak lanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama

Kembangkan Kereta Api di Sulawesi, Kemenhub Gandeng Enam PTN


Dalam mengembangkan transportasi kereta api trans Sulawesi, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapia menggandeng enam Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Ke enam PTN tersebut, yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universiras Tadulako (Untad), Universitas Halu Oleo (Unhalu), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Sulawesi Barat.
Dirjen Perkeretaapian, Dwiatmoko Hermanto mengatakan, pihaknya melibatkan perguruan tinggi agar dapat mengembangkan pendidikan, pelatihan, dan riset di bidang perkeretaapian.
Khusus di Sulawesi Selatan, ia menargetkan transportasi kereta api dari Makassar ke Parepare mulai dapat dioperasikan.
“Kami harap agar keenam perguruan tinggi ini mampu menopang pembangunan kereta api trans sulawesi ini karena kami menyadari sumberdaya manusia di bidang perkeretaapian ini di Sulawesi masih terbatas,”katanya seperti dikutip dalam rilis yang diterima Tribun, Kamis (13/8/2015).
Dwiatmoko juga mengharapkan, ke depan dari keenam perguruan tinggi yang hadir ini akan melahirkan ahli-ahli transportasi.
Menurutnya, hal tersebut hanya bisa terwujud jika di perguruan tinggi tersebut dibuka program studi yang menunjang teknologi perkeretaapian.
Kalaupun pembukaan program studi baru cukup sulit, paling tidak perguruan tinggi menyediakan mata kuliah yang mendukung kehadirankereta api di Sulawesi dengan panjang rel sekitar 5.300 km.
"Kehadiran kereta api di trans Sulawesi ini nantinya akan mengoperasikan kereta api moderen, cepat, dan menggunakan teknologi terbaru. Jangan dibayangkan seperti kereta api jalur Jakarta- Bogor. Kereta api yang akan hadir di sini nantinya lebih canggih,”jelasnya. (*)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Unhas Siap Dukung Riset Perkeretaapian"

Post a Comment