Universitas Hasanuddin (Unhas) Tuan Rumah Australia Indonesia Center (AIC)


Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar kembali mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah dalam pertemuan Australia Indonesia Center (AIC), Rabu (19/8/2015).
Seperti disampaikan dalam rilis Humas Unhas, pertemuan yang digelar di Lantai 8 Ruang Rektor Unhas ini merupakan pertemuan pertama yang dihelat setelah Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, menjadi anggota Main Board AIC Mei lalu di Canberra.

“Karena saya sebagai salah satu Main Board AIC terpilih pada pertemuan di Canberra, saya mengajukan untuk mengadakan pertemuan yang pertama di Makassar,” tutur Dwia.
Pertemuan yang dihadiri oleh sekira lima belas peneliti dari Australia dan Indonesia. Hadir pada pertemuan tersebut, yakni Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Perdagangan sekaligus guru besar ekonomi Universitas Indonesia (UI), Mahendra Siregar, Svida Alisjahbana, dan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina. Harold Michell AC, peneliti asal Australia bertindak sebagai moderator. Sementara pihak Australia diwakili oleh Andrew Parker, Astrida Upltis, James Castle, dan salah satu wakil kedubes Australia.
Pertemuan yang berdurasi selama dua jam tersebut, membahas mengenai bentuk kerjasama yang akan dilakukan oleh kedua negara. Permasalahan energi dan infrastruktur menjadi topik utama. Perhatian pihak Australia terhadap masalah kesehatan, ketahanan pangan, tekhnologi hasil ternak, food processing, pengentasan malnutrisi, dan beberapa program lainnya dibicarakan dalam pertemuan tersebut.
Dwia dalam pertemuan tersebut mengusulkan program yang berkelanjutan dan rutin. Ia juga mengusulkan adanya keterlibatan para peneliti Unhas dalam melakukan pembinaan secara langsung kepada masyarakat melalui program, person to person, sehingga realisasi program dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Jadi, saya menginginkan universitas tidak hanya mencari masalah tapi juga ikut dalam menyelesaikan permasalahan,” tuturnya.
Salah satu program AIC terkait pengembangan Smart City mulai dalam tahap pembicaraan. Program Smart City tentu saja menggandeng pemerintah daerah yang diwakili oleh pemerintah kota Makassar.
“Semalam kita sudah melakukan pembicaraan mengenai program smart city untuk Kota Makassar dengan walikota Makassar,” tambah Dwia.
Dwia juga menambahkan rencana pihak Kedubes Australia untuk membuat Komjen di Makassar merupakan agenda pembicaraan dengan wali kota semalam.
Paul Ramadge, Direktur AIC, menuturkan rasa bangganya bisa datang ke Makassar dan berkolaborasi dengan peneliti-peneliti Unhas mengingat hubungan Australia dan Indonesia sempat mengalami ketegangan awal April lalu. Dengan kolaborasi pengetahuan yang dilakukan oleh peneliti-peneliti dari dua negara ini, diharapkan mampu menguatkan kembali hubungan antara dua negara.
“Satu kehormatan untuk bisa hadir pada pertemuan pertama yang diadakan di Makassar dan berkolaborasi dengan peneliti yang ada di Universitas Hasanuddin,” tutur Paul.
Ia juga menambahkan jika pihaknya tertarik dengan program energi dan infrastruktur. Ia pun berjanji akan mengembangkan kerjasama tersebut karena kolaborasi tersebut adalah kegiatan yang signifikan membantu meningkatkan kembali persahabatan kedua negara. Ia juga menambahkan dalam program yang dijalankan menurutnya akan lebih banyak berbicara mengenai kebutuhan masyarakat Indonesia dan memberi lebih banyak ruang bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam program AIC.
“Tujuan utama dari AIC datang ke Makassar dan berkolaborasi dengan peneliti yang ada di Unhas karena kita semua telah memberikan kontribusi yang positif untuk menciptakan kembali persahabatan diantara dua negara dengan kolaborasi ilmu pengetahuan. Kolaborasi ilmu pengetahuan ini telah memberikan dampak besar kepada persahabatan dua negara,” tutur Paul.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Universitas Hasanuddin (Unhas) Tuan Rumah Australia Indonesia Center (AIC)"

Post a Comment