Ketua MPR RI Berikan Kuliah Politik Di Unand

Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik (HMJIP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas menggelar Pekan Politik Kebangsaan (PPK) III yang dihelat dari tanggal 1-5 September 2015. Pembukaan acara Pekan Politik Kebanggaan ini dilaksanakan seminar nasional kebangsaan dengan mengundang langsung  Ketua MPR RI, Dr. Zulkifli Hasan, SE, MM. Seminar kebangsaan ini mengambil tema “mewujudkan partisipasi politik kebangsaan dalam pemilu kada serentak yang demokratis, transparansi dan anti korupsi”.  Seminar dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2015 di Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Ketua Panitia, Ikhsan mengatakan bahwa kegiatan Pekan Politik Kebangsaan ini  merupakan agenda tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik FISIP Unand. Dalam PPK III ini akan dilaksanakan serangkaian kegiatan seperti seminar nasional, pidato kebangsaan, lomba karya ilmiah, debat kebangsaan, olimpiade kebangsaan, karikatur dan fotografi kontes serta kegiatan lainnya.

Lebih lanjut Ikhsan menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh siswa SMA sederajat se-Sumatera Bagian Tengah dan mahasiswa Unand. Ikhsan menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan politik secara dini kepada siswa dan mahasiswa. Selain itu, memberikan masukan kepada pemerintah pentingnya memberikan pendidikan politik kepada pemuda sebagai generasi penerus bangsa dalam mengawal pemerintah dalam mewujudkan demokrasi yang anti korupsi
Sementara itu, Dekan FISIP Unand, Prof. Dr. rer. Soz. Nusyrwan Effendi mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik. Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat dalam mengembangkan soft skill mahasiswa dalam mengelola acara dan organisasi. Selain itu, tema yang diusung oleh panitia sangat hangat karena beberapa bulan kedepan seluruh daerah di Indonesia akan melaksanakan Pemilu Kada serentak. Hal ini tentu sangat bermanfaat dalam memberikan masukan kepada pemerintah.
Rektor Unand, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE, MA dalam sambutannya menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa di Indonesia baru mencapai 6 juta jiwa atau sekitar 2,8 persen dari total jumlah penduduk Indonesia saat ini. Mahasiswa tentunya generasi muda yang akan menentukan nasib bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Sebagai kaum intelek, mahasiswa merupakan corong dan bagian penting untuk menjelaskan program-program yang diusung oleh calon kepala daerah dalam pemilu kada yang akan berlangsung beberapa bulan kedepan. Dengan begitu kampus dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
Ketua MPR RI, Dr. Zulkifli Hasan, SE, MM dalam kuliah umumnya menjelaskan dalam sejarah Republik Indonesia Pemilu Kada serentak baru pertama kali dilaksanakan di negara ini. Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya momentum pilkada sejatinya menjadi momen untuk memilih pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan dan mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan golongan atau pribadi. Tapi fakta yang kita temukan tidak sesuai karena kenyataan yang ada. Karena pertarungan politik yang memerlukan biaya yang tidak sedikit sehingga melahirkan politik NPWP Nomor Piro (berapa) Wani Piro (berani) )sehingga melahirkan pemimpin yang korup dan berorientasi kepada kepentingan partai politik/golongan.
Lebih lanjut Dr. Zulkifli Hasan menjelaskan jika menilik kembali sejarah bangsa, sistem ketatanegaraan Negara Republik Indonesia yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila. Tujuan demokrasi adalah untuk menjaga kedaulatan NKRI dan menciptakan kesejahtaraan rakyat.
Drs. Zulkifli Hasan mengajak kepada hadirin untuk bersama mengkaji berbagai hal yang telah menjadikan arti NKRI tersebut telah banyak melenceng dari visi misi pimpinan. Menurut Drs. Zulkifli Hasan saat ini banyak pimpinan baik di pusat, maupun daerah lebih mementingkan arti kekuasaan bukan amanahnya. Artinya visi dan misi dari pemimpin tersebut tidak bersifat berkelanjutan. Asal masuk penguasa baru maka sistem dan visinya akan berbeda dari sebelumnya. Hal ini berbeda saat masa kekuasaan Soekarno dan Soeharto. Menurutnya meski keduanya cukup otoriter dan berkuasa cukup lama, namun memiliki rencana jangka panjang atau pendek yang jelas.
Lebih lanjut Drs. Zulkifli Hasan menjelaskan saat ini banyak pimpinan tidak lagi memiliki pemikiran ke arah tersebut, akibatnya banyak yang bisa berkuasa karena adanya boncengan kepentingan dibanding memikirkan bagaimana membangun daerah dan masyarakat yang dipimpinnya. Hal ini perlu menjadi kajian bagi warga kampus agar nantinya bisa menghasilkan suatu solusi yang bermanfaat.
Seminar tersebut juga diikuti oleh anggota DPR Sumbar Asli Chaidir, Cawagub Sumbar Fauzi Bahar, dan Cawako Bukittinggi Taslim serta beberapa anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia serta mahasiswa Unand. (source : unand.ac.id)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketua MPR RI Berikan Kuliah Politik Di Unand"

Posting Komentar