Fakultas Hukum Unand Juara III Lomba Debat KIP se-Indonesia

Tim debat Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA) kembali mengharumkan nama Universitas Andalas di kancah nasional dalam lomba Debat Mahasiswa Keterbukaan Informasi Publik se-Indonesia pada tanggal 5-7 Oktober 2015 yang lalu di Kantor Komisi Informasi Pusat, Jakarta Pusat. Universitas Andalas mengutus tiga orang putra-putri terbaiknya untuk mengikuti kompetisi ini, yaitu Hemi Lavour Febrinandez (Fakultas Hukum, 2014), Prima Widya Putri (Fakultas Hukum, 2013), dan Wenny Purnama Yantje (Fakultas Hukum, 2013). Juga didamping dan dilatih oleh Charles Simabura S.H., M.H. (Dosen Fakultas Hukum).  Dalam penyeleksian peserta yang akan mengikuti kompetisi ini, Komisi Informasi Pusat melakukan seleksi essai yang dibuat berdasarkan salah satu dari mosi perdebatan. Dari 53 Universitas se-Indonesia yang mengirimkan essai tersebut, hanya 16 Tim yang lolos dan dapat mengikuti kompetisi. Universitas Andalas merupakan salah satu tim yang lolos. 


16 universitas  yang lolos tersebut adalah Universitas Andalas, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Palangkaraya, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Padjajaran, Universitas Mercubuana, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tanjung Pura, Universitas Hasanudin, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Indonesia, dan Universitas Lampung.               
Setiap universitas mengutus tiga orang debater dan didamping oleh seorang dosen pembimbing. Tema perdebatan yang diusung oleh Komisi Informasi Pusat adalah tentang keterbukaan informasi publik, dan sekaligus sebagai momentum untuk memperingati Hari Hak Untuk Tahu (Right to Know’s day) yang diperingati setiap tanggal 28 September. Debat yang diadakan oleh Komisi Informasi Pusat ini diadakan melalui 4 tahapan, yaitu pre-eliminasi, eliminasi, perempat final, semi final, dan final.
Delegasi tim debat Universitas Andalas berangkat menuju Jakarta pada tanggal 4 Oktober 2015. Kemudian keesokan harinya, pada tanggal 5  Oktober, diadakan babak pertama dari rangkaian kompetisi debat ini yaitu pre-eliminasi, dalam babak ini belum ada sistem gugur dan hanya untuk menentukan tim yang akan saling berhadapan di babak eliminasi. Dalam babak pre-eliminasi, Universitas Andalas bertemu dengan Universitas Lampung. Dengan mosi perdebatan Keterbukaan informasi tentang dasar penghitungan kenaikan harga BBM, dengan Universitas Andalas di posisi Pro.
Setelah melewati babak pre-eliminasi, keesokan harinya Universitas Andalas bertemu dengan Universitas Gadjah Mada dalam babak eliminasi (sistem gugur) dengan mosi perdebatan informasi mengenai data diri (Curiculum Vitae) kepala daerah, dan Universitas Andalas berada pada posisi pro. Berdasarkan cara penyampaian dan subtansi argumentasi, UNAND jauh lebih unggul dibandingkan dengan UGM, dan hasilnya Universitas Andalas memenangkan babak eliminasi dan menghentikan langkah Universitas Gadjah Mada menuju babak selanjutnya.
Dibabak perempat final, Universitas Andalas bertemu dengan Universitas Negeri Semarang dengan mosi perdebatan Private Interest (kepentingan pribadi) pemohon informasi publik dapat dipertimbangkan dalam pengujian konsekuensi, dan Universitas Andalas kali ini mendapatkan posisi kontra terhadap mosi perdebatan tersebut. Hasilnya adalah Universitas Andalas memenangkan babak tersebut dan melaju ke babak semi final.
Dibabak semi final hanya tersisa empat universitas, yaitu Universitas Andalas, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Indonesia, dan Universitas Padjajaran. Sehingga membuat Universitas Andalas adalah satu-satunya tim yang masuk ke babak semi final dari luar Pulau Jawa.
Dalam babak semi final, Universitas Andalas bertemu dengan UIN Syarif Hidayatullah yang merupakan Juara 1 debat Mahkamah Konstitusi tahun 2015. Perdebatan dilakukan dengan Universitas Andalas di pihak Pro dan UIN Syarif Hidayatullah pada pihak kontra. Mosi perdebatannya adalah informasi kekayaan alam Indonesia sebagai informasi terbuka. Kali ini Universitas Andalas harus menelan pil pahit kekalahan dan tidak dapat melanjutkan perjuangan ke partai puncak (Final).
Partai puncak mempertemukan UIN Syarif Hidayatullah melawan Universitas Padjajaran. Menyisakan Universitas Andalas dan Universitas Indonesia yang harus saling berhadapan untuk memperebutkan posisi ketiga.
Mosi perdebatan dalam perebutan posisi ketiga ini adalah Soal dan Kunci Jawaban UN yang telah diujikan sebagai informasi publik. Dengan posisi Universitas Andalas pada Kontra dan Universitas Indonesia pada sisi Pro. Berdebatan berjalan cukup sengit dimana kedua tim saling memberikan argumentasi yang sangat baik. Namun akhirnya perdebatan perebutan juara 3 dimenangkan oleh Universitas Andalas.
Hasil dari kompetisi ini adalah Juara 1 UIN Syarif Hidayatullah, Juara 2 Universitas Padjajaran, dan Juara 3 Universitas Andalas. Semoga dengan prestasi yang telah dicapai ini dapat makin mengharumkan nama Universitas Andalas di mata nasional, dan Universitas Andalas dapat selalu mendukung semua kegiatan mahasiswa dan memberikan apresiasi pada prestasi yang telah dicapai. Karena ini semua Demi Kedjajaan Bangsa.(source:unand.ac.id)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fakultas Hukum Unand Juara III Lomba Debat KIP se-Indonesia"

Post a Comment